Home arrow News arrow Latest arrow Identifikasi Anak Dengan Disleksia
Identifikasi Anak Dengan Disleksia PDF Print E-mail
Written by aabb   
Tuesday, 21 April 2009

Identifikasi Anak Dengan Disleksia

Oleh : Dra. Lucia RM Royanto, MSi, MSpEd   

Disleksia

Disleksia adalah kesulitan belajar spesifik berkaitan dengan penguasaan keterampilan dasar yaitu membaca, mengeja & menulis.

Disleksia dapat dijelaskan pada tingkat neurologis, kognitif & behavioral. Anak dengan disleksia memiliki ciri

·         pemrosesan informasi yang tidak efisien,

·         kesulitan dalam working memory,

·         menyebutkan sesuatu secara cepat & otomisasi keterampilan dasar.

·         Seringkali diikuti dengan kesulitan mengurutkan, organisasi & motorik (dalam Reid, 2003). 

Di Amerika Serikat, 10% -15% anak sekolah mengalami kesulitan dalam membaca (Harris & Sipay, 1990). Kesulitan ini merupakan penyebab kegagalan yang terbesar di sekolah, karena anak dengan kesulitan membaca akan memiliki pandangan diri yang negatif dan akan merasa kurang kompeten. Selanjutnya hal ini akan menyebabkan masalah perilaku dan kecemasan, yang tidak jarang kemudian diikuti dengan kurangnya motivasi (Mercer, 1997).

Penyebab disleksia

Penyebab disleksia dapat dibagi menjadi tiga yaitu

·         faktor biologis,

·         faktor kognitif dan pemrosesan serta

·         faktor perilaku.

Oleh karenanya, untuk mengidentifikasi anak disleksia perlu pemeriksaan menyeluruh dari segi biologis, kognitif serta perilaku. Seorang dokter dapat membantu melihat ada tidaknya gangguan biologis yang menyertai, atau ada tidaknya gangguan neurologis. Sedangkan pemeriksaan mendalam dilakukan untuk melihat ada tidaknya masalah dalam segi kognitif serta pemprosesan informasi (Reid, 2001). 

Membaca sendiri memiliki dua proses dasar yaitu

·         proses decoding atau pengenalan kata dan

·         proses pemahaman.

Dalam pengenalan kata, ada beberapa subketerampilan yang perlu dikuasai antara lain analisis fonetik, analisis struktural, kata-kata yang dikenal tanpa dikuasai keterampilan fonetik (sight words), pengenalan kata melalui pertanda serta penguasaan kosa kata. Sedangkan dalam proses pemahaman, seorang anak dapat memahami dalam berbagai tingkat pemahaman yaitu tingkat literal, tingkat penyimpulan, tingkat evaluasi serta tingkat apresiasi (Barrett, dalam Schloss, Smith & Schloss, 1995).

Dalam melakukan asesmen, maka perlu dilakukan pemeriksaan pada area :

1.     kecepatan membaca,

2.     ketepatan membaca,

3.     pengenalan kata,

4.     pemahaman membaca,

5.     kosa kata dan

6.     kemampuan mengeja (Wong, 1996). 

Untuk mengidentifikasi ada tidaknya masalah dalam membaca, dapat dilakukan oleh beberapa orang antara lain guru, orangtua, dokter serta psikolog.

Guru dan orangtua dapat mengidentifikasi dari tes-tes formal serta observasi. Dari observasi kegiatan sehari-hari misalnya, dapat dilihat :

·         apakah anak bingung antara kiri dan kanan,

·         sering melakukan kesalahan perhitungan,

·         bingung pada arah,

·         sering tersesat pada lingkungan baru,

·         bingung apabila harus memperhatikan detil,

·         tidak menyukai puzzles, maze atau aktivitas yang memiliki elemen visual,

·         bingung pada huruf-huruf yang bentuknya mirip (b dan d, p dan q),

·         sulit mengenali dan mengingat kata-kata yang dilihatnya (namun lebih dapat mengingat kata-kata yang didengar),

·         kehilangan jejak pada saat membaca,

·         bingung dan sering terbalik dalam membaca kata-kata tertentu yang mirip (ubi dengan ibu),

·         sulit menemukan huruf di dalam kata-kata dan suatu kata di dalam kalimat,

·         sulit mengingat kata-kata yang dilihatnya,

·         sulit memahami ide-ide utama dari bacaan. 

Sedangkan dokter dapat membantu melihat apakah ada masalah neurologis yang menyebabkan kesulitan anak dalam membaca.Seorang psikolog dapat menggunakan tes-tes psikometri untuk memastikan ada tidaknya masalah dalam inteligensi serta kelebihan dan kekurangan anak dalam aspek-aspek inteligentifnya.

Tes-tes psikometri tertentu juga dapat membantu mengidentifikasi ada tidaknya masalah pemrosesan informasi, misalnya dari segi visual, auditif atau motorik. Selain itu penggunaan tes membaca yang formal serta informal juga dapat membantu melihat ada tidaknya masalah dalam membaca. Jadi, untuk membantu anak disleksia, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh sehingga dapat ditentukan bagaimana potensi anak secara keseluruhannya dan dimana kemampuan serta ketidakmampuannya.

Selain itu apakah ada masalah kesehatan atau fisik yang mungkin menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam membaca. Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, maka intervensi yang dilakukan pun dapat menjadi lebih terfokus pada penyelesaian masalah spesifiknya.

 

Last Updated ( Wednesday, 05 August 2009 )
 
< Prev   Next >

AABB Shoutbox

Latest Message: 1 month, 2 weeks ago
  • aabb : dear Bilkis: adalah sangat baik menyadari mempunyai kesulitan berkomunikasi, asperger dapat dilatih berkomunikasi dgn baik oleh psikolog & psikiater. Selamat berkonsultasi & berlatih  Smile
  • bilkis : saya merasa kesulitan dalam bersosialisasi hal ini saya rasakan semenjak masuk smp, saat ini saya kelas 11 SMA hingga kini saya pun masih sulit dalam bersosialisasi ketika saya mencari informasi di internet saya menemukan artikel tentang sindrom asperger apakah ada cara untuk menyembuhkannya?
  • bilkis : malam dokter
  • sidhi : dear ibu tantrini, cara mengajar anak dgn mengulang, mengulang dan mengulang adalah benar sekali. Berdasarkan penelitian terakhir mengenai otak anak, perkembangan otak anak laki2 dalam pemahaman bahasa lebih lambat dari anak wanita. Putra ibu kelas 1 SD utk bahasa mandarin dan inggris sulit menghafal, adalah wajar, sebaiknya ibu mengajarkan bhs mandarin pd putra ibu diunda dulu. Smile
  • tantrini : selamat siang dokter. anak laki-laki saya kelas 1 SD mengalami kesulitan dalam mengingat pelajaran yang baru saja diajarkan, bahkan dalam waktu yang sangat singkat, misalnya saat saya ajarkan sebuah arti kata dalam bahasa mandarin, sudah diulang-ulang bahkan saya suruh dia untuk melafalkannya lengkap dengan artinya sampai 20 kali, beberapa menit kemudian saat saya tanyakan lagi arti kata itu ia kebinhgungan lagi. Suatu saat saya ajarkan spelling "h" dalam bahasa inggris. Saya suruh untuk menul
  • Paulus : Selamat Pagi Bu Indri, Senin yang indah, terimakasih dengan adanya asosiasi AABB, sehingga kami para orangtua yang mengalami anak-anak dengan LD, bisa saling berbagi. Kami ingin berkonsultasi, dengan apa yang kami alami dengan anak kami nomer dua, apakah kami bisa bertemu atau kami harus membuat janji dulu atau bisa konsultasi via email?
  • lucy : serta tidak pernah selesai dalam menyelesaikan tugas yg diberikan dan bersikap acuh tak acuh terhadap pelajaran. dgn keadaan seperti ini apakah anak saya termasuk anak yg mengalami ADHD? kira2 tindakan apa yg harus saya terapkan agar keadaan ini tidak berkelanjutan? terima kasih
  • lucy : ass. saya mempunyai anak kembar laki2 usia 9.7th dan skrg kelas 3SD di int'l school di saudi arabia dgn bahasa pengantar bhs inggris. sebelumnya kelas 1 mrk bersekolah di indonesia, kedua anak saya sangat senang menggambar dan rasanya tidak mempunyai minat dalam pelajaran lainnya. hampir semua guru baik sewaktu di indo maupun di saudi skrg mengeluhkan keadaan anak saya yg tidak dapat memusatkan perhatian pd pelajaran, menolak untuk menulis, talkactive, serta tidak pernah selesai dalam menyelesa
  • lucy : ass.
  • lucy : ass.
Please Login to shout..

Events Calendar

« < September 2010 > »
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2