Deteksi Dini Kesulitan Belajar

Tanda-tanda Kesulitan Belajar sangat bervariasi tergantung pada usia anak.

Pada Usia Pra-Sekolah:

  • Keterlambatan berbicara jika dibandingkan dengan anak seusianya
  • Adanya kesulitan dalam pengucapan kata
  • Kemampuan penguasaan jumlah kata yang minim
  • Seringkali tidak mampu menemukan kata yang sesuai untuk suatu kalimat
  • Kesulitan untuk mempelajari dan mengenali angka, huruf dan nama-nama hari
  • Mengalami kesulitan dalam menghubung-hubungkan kata dalam suatu kalimat
  • Kegelisahan yang sangat ekstrim dan mudah teralih perhatiannya
  • Kesulitan berinteraksi dengan anak seusianya
  • Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas tertentu
  • Menghindari pekerjaan tertentu seperti menggunting
    dan menggambar.

Pada Usia Sekolah:

  • Daya ingatnya (relatif) kurang baik
  • Sering melakukan kesalahan yang konsisten dalam mengeja dan
    membaca. Misalnya huruf d dibaca b, huruf w dibawa m. (buku
    dibaca duku)
  • Lambat untuk mempelajari hubungan antara huruf dengan bunyi
    pengucapannya
  • Bingung dengan operasionalisasi tanda-tanda dalam pelajaran
    matematika, misalnya tidak dapat membedakan antara tanda –
    (minus) dengan + (plus), dan lain-lain
  • Sulit dalam mempelajari keterampilan baru, terutama yang
    membutuhkan daya ingat sangat aktif dan tidak mampu
    menyelesaikan satu tugas atau kegiatan tertentu dengan tuntas
  • Impulsif (bertindak sebelum berpikir)
  • Sulit konsentrasi atau perhatiannya mudah teralih
  • Sering melakukan pelanggaran baik di sekolah atau di rumah
  • Tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya
  • Tidak mampu merencanakan kegiatan sehari-harinya
  • Problem emosional seperti mengasingkan diri, pemurung, mudah
    tersinggung atau acuh terhadap lingkungannya
  • Menolak bersekolah
  • Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau rutinitas
    tertentu
  • Ketidakstabilan dalam menggengam pensil/pena
  • Kesulitan dalam mempelajari pengertian tentang hari dan waktu.

Pada Usia Remaja dan Dewasa:

  • Membuat kesalahan dalam mengeja berlanjut hingga dewasa
  • Sering menghindar dari tugas membaca dan menulis
  • Kesulitan dalam menyimpulkan suatu bacaan
  • Kesulitan menjawab suatu pertanyaan yang membutuhkan penjelasan lisan dan/atau tulisan
  • Kemampuan daya ingat lemah
  • Kesulitan dalam menyerap konsep yang abstrak
  • Bekerja lamban
  • Bisa kurang perhatian pada hal-hal yang rinci atau bisa juga terlalu fokus kepada hal-hal yang rinci
  • Bisa salah dalam membaca informasi.

Kesulitan Belajar

Kesulitan Belajar atau Gangguan Belajar (Learning Disorder, LD) adalah gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelegensi dengan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai. Hal ini disebabkan oleh gangguan di dalam sistem syaraf pusat otak (neurologi) yang menimbulkan gangguan perkembangan bicara, berbahasa serta kemampuan akademiknya.

Bila tidak ditangani dengan baik dan benar akan menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional (psikiatrik) yang akan berdampak buruk bagi perkembangan kualitas hidupnya dikemudian hari.

Kepekaan orangtua, guru di sekolah serta orang-orang di sekitarnya sangat membantu dalam mendeteksinya, sehingga akan dapat memperoleh penanganan dari tenaga profesional sedini dan seoptimal mungkin, sebelum menjadi terlambat.

Sebagian orangtua lebih senang bila disebut anaknya Anak Anak Belajar Berbeda (AABB), karena memang cara belajar anaknya berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

Beberapa nama tokoh kesohor yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar antara lain adalah:
Winston Churchil, Thomas Alfa Edison, Hans Christian Anderson, Cher, Jackie Stewart, Albert Einstein, Nelson Rockefeller, Magic Johnson, Tom Cruise, Lee Kwan Yew, dan … masih banyak lagi.

Individu dengan Kesulitan Belajar

Individu dengan Kesulitan Belajar atau Learning Disorder atau Learning Difference (LD) membutuhkan:

  1. Identifikasi sedini mungkin
  2. Test dan observasi untuk memperoleh gambaran apa yang menjadi kekuatan dan kelemahannya
  3. Rencana Pembelajaran Individu (Individual Education Program/IEP)
  4. Dukungan dari orangtua dan guru (pendidik) yang memahami kesulitan belajar
  5. Konseling dari profesional terkait
  6. Pengembangan kemampuan dan ketrampilan untuk mandiri
  7. Pendidikan kejuruan dan pelatihan kerja
  8. Memiliki atasan yang dapat memahami keadaannya.